Thursday, September 27, 2012

Antara Kaget, Kesal dan Bahagia


Sekarang hari Rabu, tidak lain dan bukan lain hari kelahirannya seorang teman seperjuangan dan sekaligus sahabat aku yakni Septi Handayani, S.pd. Wanita kelahiran Purwokerto 26 September 1989 yang super cerewet ini telah bertambah usianya menjadi semakin tua, hehehee

Semula aku tidak tahu jika dia ulang tahun atau bahasa kampungnya hepi bday-an gitu, ahh..alaisme jadinya, hahaha.  Ya, ketika melihat beranda di Facebook dan di sudut kanannya jika dilihat dari mata kita di halaman jejaring sosial yang sahamnya terus turun ini tertulis empat pemberitahuan yang mengingatkan kita pada teman-teman Facebook yang sedang ulang tahun.


Tercantumlah nama Septi Handayani, langsung deh aku men-twit ucapan selamat kepadanya “Mungkin hanya bisa lewat mikroblogi ini ku ucapkan selamat ulang tahun buat teman seperjuangan sekaligus sahabat ku @septisoegiarto sukses ! “ diposting pukul 00:34 via twitter.com

Sebenarnya aku pada jam segitu baru bangun tidur akibat kecapekan siangnya (Selasa, 25 september 2012) jaga stan pendaftaran anggota baru UKM Wawasan Proklamator di Kampus II Universitas Bung Hatta (UBH). Cukup pusing juga sekarang kadang karena kampus aku sekarang udah ada 3 sehingga kadang maen ke kampus I atau singgah ke kampus II tapi aku stay di kampus III, hehee

Detak jam masih terus menggema di tengah keheninagan pagi  (Rabu, 26 September 2012). Aku masih bertahan dan jari-jariku masih berkutat mengetik di hadapan layar notebook berwarna putih hijau ini dan aku pun tertidur dengan sendirinya meski notebook masih on terus.

Selamat Pagi, pagi yang cerah untuk memulai aktivitas di hari Rabu. Agenda hari ini rencana mau mengambil bahan profil PIKM-Proklamator (Pusat Informasi dan Konseling Mahasiswa) dan rapat dengan crew WP di kampus I siang hari. Namun paginya aku pergi ke kampus III dulu dan aku langsung ke studio tugas akhir jurusan aku, jurusan Teknik Kimia. Rencana nenek di operasi menjadi agenda aku selanjutnya setelah dari kampus I.

Waktu di studio popon (pangilan Ridho Iponi Nugraha) kasih tahu kalo ci nenek (panggilan sayang untuk Nenny Febrina) di operasi karena ada kanker di kepalanya. Wow, aku langsung kaget, kanker ?? menakutkan sekali  (ekspersi terkejut hahaha)

Ternyata popon lebay, kata ci Mely Agustin, “ nenek kenak semacam kista gitu meski kista gk Cuma dirahim aja” . hahahaaa ngakak aku jadinya, ya lah mendengar kata kanker itu kan sungguh luar binasah takutnya.

Hari semakin siang, adzan Zuhur telah berkumandang. Setelah makan siang dan salat aku langsung pergi ke kampus I, kemudian aku pergi ke sekre PIKM-Proklamator tapi ternyata tidak ada orang eeee..onde mandee.. (__!!!)

Kemudian aku bersama Una dan Endah menguggu di TSJ (Taman Seribu Janji). Aku sms crew-crewnya PIKM-Proklamator tersebut yaitu Alfino dan Vonny. Masih menunggu balasan (~.~!!). Akhirnya bertemu juga dengan Fino ( panggilan aku ke Alfino), aku kira mereka sudah rapat soalnya sudah janij bertemu sebelum mereka rapat jaml 13.30WIB, ternyata di undur jadi jam 15.00 WIB. Kami pun trasferan film One Piece dan foto PKKMB kemarin. Tuinkkk!!! *garuk-garuk kepala*

Ada kejadian yang bikin aku kaget soalnya bendera WP menghilang ketika Una dan Endah cerita di TSJ, kemudian kami pergi ke sekre WP mencari bendera tersebut ternyata benderanya tasuruik di bawah tumpukan arsip-arsip, ndehh...bikin deg-deg-an ajalah !!

Lepas dari sekre WP, langsung jemput Septi ke rumahnya di Lapai dan pergi ke Rumah Sakit Khusus Bedah Rosnawati atau apalah lupa namanya, heheheee.. Disana ada teman-teman aku se-angktan yang juga sedang menjenguk dan memberikan support buat nenek yaitu Senno, Mahar, Popon, Mely, Maman, bg Eka dan junior angktan 2010 Zalvi. Ruangan nenek yang cukup untuk di isi 5 orang sekarang ramai disesaki oleh kami. Serasa mau demo aja hahahaa

Tak hanya itu di hari yang sama pun seorang mandan skripsi aku yang telah sarjana, Farrah Fadillah Hanum, ST (panggilan bakpau)  di operasi juga di tempat yang sama dengan nenek namun beda jam. Ia telah menjalani operasinya pagi tadi.

Sebenarnya aku, Una dan Endah mau menjaili septi yang sedang merayakan hari bahagianya, tapi kita singgah dulu untuk menjenguk nenek. Saat di rumah sakit aku mendapatkan kabar burung yang membuat aku naik pitam, kesal sejadi-jadinya. Ya dua crew aku di tatar sama orang yang tidak tahu sama sekali dengan dunia jurnalistik dan keredaksian kami. Kesal tingkat dewa !!

Hari semakin sore dan kami memutuskan untuk pulang duluan, soalnya mau bikin kejutan buat Septi. Aku dan Septi pergi ke Taman Budaya buat beli keripik Maici level 10, aku belum coba ini keripik katanya pedasnya saitonirojim kali, dan ternyata memang benar pedasnya sumpah dewa banget, bisa mencret-mencret nih aku hehehe

Roda-roda kuda besi ini melaju menuju kampus I lagi tepatnya sekre WP, entah angin apa Septi mengajak ke WP katanya sih mau liat sunset sambil makan keripik Macini. Semntara una dan endah di sedang beli kue ulang tahun.

Sebuah tradisi dari PUSGAWA


PUSGAWA (Pusat Kegiatan Mahasiswa) Universitas Bung Hatta, sebuah tempat yang menyimpan sejuta cerita. Salah satunya ketika salah seorang penghuni PUSGAWA yang ulang tahun akan di ikat di tiang dan di-bully rame-rame. 

Hal itu pun terjadi pada Septi, skenario diciptakan dan aksi dilancarkan. Ia diikat dengan seutas tali kuning yang cukup erat sehingga tidak bisa bergerak seluruh anggota badannya kecuali kepala. Akhirnya ia manjadi korban pelemparan telur, guyuran air comberan, taburan tepung bahkan ketiganya dicampurkan.

Mulut Septi komat kamit sumpah serapah, kesal, kaget dan apa lah rasanya. Mungkin serasa jadi mumi, serasa jadi pocong dan serasa jadi kue yang siap untuk di panggang. Bahagia itu ketika melihat orang yang sedang ulang tahun di-bully rame-rame dan foto-foto bersamanya.  Itulah sebuah tradisi yang entah dimulai sejak kapan oleh masyarakat mahasiswa PUSGAWA.


Selamat Ulang Tahun Septi, sampai berjumpa di Jakarta dan sampai jumpa juga saat cita-cita dan cerita-cerita kita terwujud, aminnn...!!!



Selamat di operasi  saja Farrah dan Nenny semoga lekas sembuh.  Semoga juga luka dan cobaan ini menjadi semangat bagi yang lain betapa pentingnya menjaga kesehatan itu, karena sehat itu karunia yang tak ada bandingannya yang diberikan sang penguasa..!!!

———————————————————————————————————————————————
Bayu Haryanto – biasa disapa Ubay. Penikmat senja yang bermimpi untuk explore Indonesia dengan tagline #JajahNagariAwak. Pemotret yang suka dipotret. Perngkai kata dalam blog kidalnarsis.blogspot.com. Jejaring sosial Twitter @beyubay dan Instagram @beyubaystory.

Traveling  Explore  Journalism  Photograph  Writer  Share  Inspire

 ©Hak Cipta Bayu Haryanto. Jika mengkopi-paste tulisan dan foto ini di situs, milis, dan situs jaringan sosial harap tampilkan sumber dan link aslinya secara utuh. Terima kasih.

2 comments:

  1. THANKS...!! see you in jakarta. semua hal yang sudah kita lewati bersama dalam suka maupun duka akan menjadi cerita sendiri kelak kepada generasi kita. :)

    ReplyDelete
  2. hahahahah ya bu S.pd sukses buat kita semua :)

    ReplyDelete

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...