Tuesday, September 4, 2012

Sang Khatulistiwa Bonjol Nan Sunyi



Mentari siang di awal bulan Agustus tidak begitu teriknya, barisan awan di angkasa yang membumbung tinggi menampakan pesona yang begitu damainya bersama semilir angin laju kendaraan yang berkecepatan 60 km/jam membuat kami terbuai.
Tersadar telah melewatkan salah satu objek wisata yang tak begitu dikenal di Sumatra Barat. Tidak seperti halnya objek wisata pantai Padang atau Jam Gadang yang semua orang mengetahuinya. Kami berangkat dari kecamatan Rao berencana akan pulang ke kota Padang.

Kendaraan motor kami kembali berbalik arah melintasi jembatan yang dituliskan dalam dua bahasa ini, 'Anda Melewati Khatulistiwa, You Are Crossing The Equator' dengan banggunan bulat berwarna biru di salah satu bagian ujung jembatan ini. Seperti kita ketahui di Indonesia terdapat dua daerah yang dilawati garis khatulistiwa yaitu kota Pontianak dan Bonjol.

Bertempat di salah satu daerah yang bernama Bonjol, dimana di salah satu titik kota kecamatan yang terletak di kabupaten Pasaman Sumatra Barat ini, tepat dilalui garis khatulistiwa atau pada lintang nol derajat. Untuk menandakannya, dibangunlah taman dan monumen yang bernaman 'Taman Wisata Ekuator'.

Memasuki lokasi objek wisata yang berjarak 19 km dari ibukota kabupaten ini, kita akan membayar uang retribusi sebesar Rp. 2.500,-/ pengunjung. Saat mengunjunginya, kami adalah pengunjung pertama, sangat sepi sekali dan tempatnya cukup luas banyak taman-taman hijaunya.



Di taman ini pengunjung dapat melihat monumen yang berbentuk seperti tugu perjuangan Yogyakarta dengan tinggi kurang dari 2 m dan bertuliskan 'Tugu Equator Bonjol Sumatra Indonesia dengan cat yang mulai memudar.

Dari tugu ini kita bisa menaiki tangga menuju jembatan. Di jembatan ini kita dapat memandangi lalu lintas kendaraan yang melintasi jalan raya Bukittinggi-Medan ini. Pada bagian ujungnya terdapat bangunan berbentuk bulat, konon katanya tidak ada apa-apa di dalammnya dan kondisinya juga banyak yang rusak.

Tidak jauh dari tugu tadi, terdapat juga area lapangan yang beraspal dengan 'I Crossed The Equator' berwarna putih dan garis panjang yang berwarna merah dengan dasar putih bertuliskan Khatulistiwa. Selain itu, taman yang bersandingan dengan museum Tuanku Imam Bonjol ini juga terdapat tugu yang berbentuk bola dunia berwana biru yang bertuliskan Equator.


Di tengah asiknya mengabadikan gambar sebagai kenang-kenangan, barulah datang pengunjung kedua setelah kami, sepintas terlihat di antar mereka terdapat seorang wanita berparas tiongkok turun dari mobil bersama tiga orang wanita berjilbab.

Mereka langsung bergaya dan berfoto-foto di garis yang bertuliskan khatulistiwa, kemudian seorang lelaki paruh baya menghampirinya dan menawarkan berbagai macam pakaian khas Minangkabau. Dengan bahasa Inggris yang cukup lelaki itu mecoba membujuk wanita tiongkok agar dagangannya dibelinya.

Sembari menjual lelaki itu bercerita mengenai kondisi tempat wisata ini. Menurutnya, memang seperti inilah adanya serba terbatas dan tidak ada pusat informasi mengenai tempat ini. 

"Memang lokasinya cukup strategis di jalan lintas provinsi dan umumnya wisatawan mancan negara yang sering datang kemari," ujarnya dengan bahasa Mingankabau yang fasih.

Setelah mendengar percakapan mereka, kami kembali melanjutkan perjalaanan ke Padang dengan kendaraan roda dua. Dalam hati berkata, tempat ini sangat berpotensi untuk dijadikan objek wisata edukasi khususnya bagi pelajar, bila ditambahkan beberapa sarana dan prasarana pendukung lainnya.

Sayang di kota kelahiran pemimpin perang Padri ini, pengelolaan dan publikasi lokasi yang minim membuat salah satu objek wisata andalan kabupaten Pasaman ini tidak begitu wah seperti Ekuator di kota Pontianak.

Dipublish untuk WawasanProklamator.com
———————————————————————————————————————————————
Bayu Haryanto – biasa disapa Ubay. Penikmat senja yang bermimpi untuk explore Indonesia dengan tagline #JajahNagariAwak. Pemotret yang suka dipotret. Perngkai kata dalam blog kidalnarsis.blogspot.com. Jejaring sosial Twitter @beyubay dan Instagram @beyubaystory.

Traveling  Explore  Journalism  Photograph  Writer  Share  Inspire

 ©Hak Cipta Bayu Haryanto. Jika mengkopi-paste tulisan dan foto ini di situs, milis, dan situs jaringan sosial harap tampilkan sumber dan link aslinya secara utuh. Terima kasih.

No comments:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...