Friday, January 9, 2015

Yuk ke Bukit Nobita, Temukan Sensasi Berfoto Berlatarkan Kota Padang


Bagi pencinta film kartun Doraemon pasti akan mengetahui salah satu adegan yang selalu dilakukan tokoh bernama Nobita, ia selalu pergi menaiki bukit yang berada di belakang sekolahnya, bila ingin membolos sekolah atau untuk sekerdar bermain bersama teman-temannya hingga memilih untuk menyendiri di puncak bukit itu. Betapa tidak, pemandangan seantero kota dapat terlihat jelas.

Ternyata bukit tersebut ada juga loh di Kota Padang. Itulah Bukit Nobita, untuk sebutannya yang entah sejak kapan nama tersebut melekat, begitu komersial dan menarik sekali. Dari ketinggian bukit ini pemandangan seluruh kota akan nampak seutuhnya layaknya bukit yang berada di belakang sekolah Nobita maka disebut pula dengan nama Bukit Nobita.

Namun menurut masyarakat sekitar, bukit tersebut bernama Bukit Tigo Tungku Sajarangan sebab di puncak sana terdapat 3 buah batu yang mengelilingi satu pohon besar. Konon bukit ini memiliki nilai historis yang menarik untuk digali lagi. Bukit ini terletak di Kelurahan Kampung Jua, Kecamatan Lubuk Begalung, Kota Padang, Sumatra Barat.

Seperti diketahui, kota yang dikenal dengan buah bengkuang ini dikelilingi oleh bebukitan yang membentang di bagian timur dan selatan kota, sehingga berpotensi menjadi tempat dengan objek view kota yang menarik. Tentunya melihat panorama kota dari sudut lainnya seperti di Bukit Nobita ini.

Pada kesempatan ini, saya bersama salah seorang teman pada 17 Desember 2014 lalu mencoba pergi tracking sore hari untuk melepas rasa penasaran saya akan keindahan kota dari bukit ini. Kabarnya hampir 180 derajat view kota tampak jelas dibukti ini dan saya telah membuktikannya setelah susah payah menaiki bukit ini, serasa akan pingsan sebab tanpa persiapan dan peralatan pendukung apapun saat itu.

Namun keajaiban pun muncul ketika pergantian hari. Saat petang hingga gelap tiba, panorama kota yang menakjubkan menghilangkan letih saya dan semakin bersemangat terutama bersemangat untuk berfoto-foto.

Dimulai dari pabrik Semen Padang, kampus paling tinggi di Kota Padang, Gunung Pangilun, Gunung Padang, kampus yang berada di tepi pantai hingga panorama lautan dengan pulau-pulau kecilnya yang tampak begitu mempesona dari bukit ini.

Begitu juga dengan bangunan-bangunan yang paling tinggi di kota dengan sunset terindah di Indonesia ini terlihat jelas, rumah penduduk yang rapat-rapat, sawah yang hijau hingga lalu lalang kereta pengangkut semen pun menjadi suguhan yang diberikan dari bukit ini. Itulah keistimewaan bukit ini hampir seluruh wilayah perkotaan tampak jelas terutama bila cuaca sedang bersahabat.

Tentu saja pemandangan tersebut mengundang para pencinta fotografi untuk dapat mengabadikan sudut lainnya panorama Kota Padang dari ketinggian, Karena banyak yang penasaran, mereka sengaja datang ke bukit ini malam hari untuk sekedar melihat dan foto narsis dengan kamera handphonenya. Ada juga yang membawa perlengkapan Kamera DSLR lengkap dengan tripodnya hingga menginap dengan membuat tenda semalaman.

Bukit yang dipenuhi oleh ilalang ini menjadi begitu fenomenalnya dibincangkan di Sosial Media (seperti Facebook, Twitter, Instagram hingga BBM) oleh kaula muda Kota Padang. Mereka begitu kagum dengan pemandangan dari ketinggian yang tampak indah, terutama bila malam hari karena lampu-lampu begitu meriah menyala jika dilihat dari atas bukit ini.

Bukit ini cukup tinggi, lebih tinggi dari Gunung Padang dan Gunung Pangilun, kira-kira lebih dari 900 mdpl yang dapat ditempuh melalui dua jalur dari Jalan Kampung Jua dan Jalan Arai Pinang.

Bila melalui jalan Arai Pinang kita masuk melalui jalan utama Bypass kemudian masuk ke jalan Arai Pinang hingga melewati rel kereta setelah itu tak beberapa jauh akan bertemu simpang yang terdapat plang praktik bidan.

Bila sudah melihatnya, lalu belok ke kiri dan ikuti jalan yang beraspal hingga sampai jalan yang bebatuan dan berlubang. Tak beberapa jaluh akan terlihat banyak motor yang parkir di depan sebuah rumah sederhana yang terbuat dari kayu. Disinilah, tempat awalnya bila ingin menaiki bukit dan baiknya menggunakan motor sebab bila menggunakan mobil sulit mencari tempat parkir. Dari jalan utama hingga sampai ke lokasi ini kira-kira sekitar 5 km.

Menuju bukit hanya bisa diakses dengan berjalan kaki menyusuri jalanan setapak yang sudah dibuat jalurnya. Saat awal mendaki kemiringan bukit sekitar 45 derajat melewati perkebunan masyarakat dengan jalanan yang bertanah merah, beratu dan licin bila hujan tiba. 

Setelah itu akan mulai tampak pemandangan kota dan masuk kewasan padang rumput ilalang. Rumput ini memilik ketinggian tidak lebh dari 1 meter. Sesekali diusahakan untuk beristirat untuk menghirup udara segar sambil memandang kota. Untuk sampai puncak bukti sekitar 30 menit dengan jarak tempuh 2 km dari tempat parkir motor.

Bila sampai disekeliling sudah padang ilalang dan terdapat satu tempat yang datar maka disana sudah bisa memandang keindahan Kota Padang selain itu bila berjalan hingga puncaknya akan ada tiga buah batu besar yang mengelilingi pohon besar. Bukit ini terdapat bebatuan besar untuk berpijak dan memandang sekeliling daerah disekitar kita.

Pemandangan yang menakjubkan akan terlihat dan rugi rasanya bila telah sampai ke puncak bukti tidak mengabadikan momen yang indah dan romantis ini. Usai mendaki bukit ini dan hendak pulang, kita akan membayar uang parkir sebesar Rp. 5 ribu per motornya dan baru-baru ini terdapat tiket masuk sebesar Rp.3 ribu per orangnya.

Bukit Nobita ini menjadi salah satu spot terbaik untuk menikmati keindahan Kota Padang dari ketinggian. Bila ingin ke bukit tersebut ada baiknya saat sore hari ketika matahari hendak tenggelam sebab dapat memotret kala senja Kota Padang dari ketinggian. Namun malam hari adalah waktu yang tepat untuk mempotret panorama Kota Padang seperti di Panorama Sitinjau Lauik.

Tentunya harus berhati-hati bila malam hari menaiki bukit ini, sebab pencahayaan sangat minim bisa dibilang tidak ada, untuk itu perlu membawa alat penerang seperti senter atau lampu emergance. Baiknya juga mengunakan celana panjang karena dapat mengurangi rasa gatal akibat gesekan dengan ilalang. Bawa juga air mineral secukupnya, minyak kayu putih atau lotion anti nyamuk. Bila ingin berfoto gunakan kamera yang mempuni dilingkungan yang kurang cahaya agar hasil yang diperoleh cukup memuaskan.

Menurut masyarakat sekitar, bukit ini kira-kira sudah sejak 3 tahun yang lalu sering digunakan sebagai lokasi berkemah dan baru beberapa bulan belakangan ini banyak anak muda Kota Padang yang mendaki untuk berfoto-foto. Penasaran ingin mencoba sensasi berfoto dengan berlatarkan pemandangan kota dari ketinggian? Silahkan datang dan buktikan keindahannya.

Tulisan ini telah dipublikasikan di detik Travel dan Koran Harian Singgalang pada 11 Januari 2015.
———————————————————————————————————————————————
Bayu Haryanto – biasa disapa Ubay. Penikmat senja yang bermimpi untuk explore Indonesia dengan tagline #JajahNagariAwak. Pemotret yang suka dipotret. Perngkai kata dalam blog kidalnarsis.blogspot.com. Jejaring sosial Twitter @beyubay dan Instagram @beyubaystory.

Traveling  Explore  Journalism  Photograph  Writer  Share  Inspire

 ©Hak Cipta Bayu Haryanto. Jika mengkopi-paste tulisan dan foto ini di situs, milis, dan situs jaringan sosial harap tampilkan sumber dan link aslinya secara utuh. Terima kasih.

No comments:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...