Friday, February 5, 2016

Air Terjun Lubuk Nyarai Terindah di Sumatra Barat




Tidak mudah untuk dapat menembus hutan belantara dengan kontur yang berbukti dengan kemiringan yang cukup menantang, ditambah lagi untuk melewati tepian sungai  dengan jalan setapak bersama aliran air sungai yang bebatuan, sungguh menantang dan menguji adrenalin.  Bahkan dapat juga berjumpa dengan air terjun yang menawan yang tersembunyi dalam rimbunnya pepohonan.

Namun siapa menyangka kesempatan berharga telah mengantarkan saya untuk mencoba menjelajah pedalaman Hutan Gamaran yang terdapat Air Terjun Nyarai atau Lubuk Nyarai yang kellingi oleh perbukitan Bukit Barisan yang berlokasi di Jorong Gamaran, Korong Salibutan, Kecamatan Lubuk Alung, Kabupaten Padang Pariaman, Sumatra Barat.

Kemunculan Lubuk Nyarai ini ditengarai hasil penjelajahan Ritno bersama rekan-rekannya pada April 2013 lalu, setelah menemukan air terjun yang berada di dalam hutan. Kemudian menjadi fenomenal ramai dibincangkan oleh pengguna sosial media pada tahun 2014  dan kini menjadi objek wisata alam andalan pemerintah setempat yang  tak hanya dikunjungi oleh masyarakat dalam negeri saja tapi luar negeri juga. Menarik bukan.

Ada hal yang menarik bila mengunjungi ke Lubuk Nyarai ini, banyak kisah yang dapat digali dari tempat ini seperti Mantan Menteri Luar Negeri RI Gamawan Fauzi sewaktu menjadi Bupati Solok dulu pernah tersesat dan ditemukan di pedalaman hutan Gumaran Korong Salibutan, saat melakukan pendakian napak tilas dari Kabupaten Solok ke Kota Padang. Sebabnya kampung ini berbatasan langsung dengan Kabupaten Solok yang dialiri pula oleh Sungai Batang Salibutan yang membelah korong tersebut.

Objek wisata tersebut diresmikan langsung oleh Dinas Pariwisata Kabupaten Padang Pariaman, hingga sekarang objek wisata tersebut dikelola oleh Ritno dan team serta dibantu langsung oleh Dinas Pariwisata Kabupaten Padang Pariaman.

Sebenaranya akses menuju Lubuk Nyarai cukup mudah yang dekat dari Kota Padang dan Bandara Internasional Minagkabau namun memakan banyak waktu. Untuk sampai ke lokasi, kita masuk melalui Simpang Puskesmas Sikabau yang berada di jalan lintas Bukittinggi–Padang dengan melewati rumah penduduk kurang lebih sekitar 10 km dengan waktu tempuh 40-60 menit hingga Posko Pengelola Lubuk Nyarai.

Sesampainya di posko, kita harus daftar terlebih dahulu dan membayar tiket masuk sebesar Rp.20.000,- per kepala (tahun 2014). Tiket ini sudah termasuk biaya parkir, kemanan, kebersihan, hingga pemandu wisata.

Setelah mendapatkan pengarahan dari petugas pengelola Lubuk Nyarai kita akan dipersilahkan untuk mulai menjelajah. Biasanya dalam satu kali perjalanan akan berkelompok terdiri dari  8-10 orang bakahan bisa lebih dan dipandu oleh seorang pemandu wisata yang akan menemani, menjaga hingga menunjukan jalan sampai menujuk Lubuk Nyarai.

Lubuak Nyarai menjadi salah satu air terjun terindah yang dimilik Sumatera Barat yang tersembunyi dalam hutan yang merupakan sebagai venue baru bagi pencinta tracking dan hanya bisa diakses dengan berjalan kaki yang membutuhkan waktu sekitar 1,5-2 jam dengan melewati jalan setapak menaiki bukit, menuruni lembah, menyusuri tepian sungai hingga berjalan dibawah pepeohonan yang membentuk lorong-lorong.  Sensasi alam inilah yang justru menarik minat banyak pengunjung yang datang.

Penjelajahan akan dimulai dari posko menyusuri bebukitan dengan jalan yang datar dan tidak terlalu sempit dengan lebar 3 meter dapat dilalui oleh mobil. Selama perjalanan disini kiri kanan hanya tampak bukit dan dari kejauhan terlihat pabrik penetasan ayam. Kemudian akan turun menuju beberapa petak sawah, melewati tepian sungai dengan jalan setapak yang lebarnya kurang dari satu meter.

Selama perjalanan menuju Lubuak Nyarai akan melewati beberapa lubuak lainnya yang cukup menarik seperti Lubuak Lalang yang berjarak 50 meter dari posko biasanya digunakan untuk tempat pemandian keluarga dengan aliran air yang tenang, jernih dan tidak terlalu banyak bebatuan besar.

Setelah itu akan juga melewati Lubuak Ngungun yang berjarak kurang lebih 500 meter dari posko. Tempat ini memilik air terjun dengan kolam yang dikelilingi oleh bebatuan alami dengan dasar air berwarna kehijauan. Dari sini akan naik ke Bukit Janjang Kambiang hingga sampai di Lubuk Batu Tunduang

Tak berapa jauh akan melewati Lubuak Batu Tuduang yang jauhnya sekitar 550 meter dari posko. Selama perjalanan akan mendaki bukit dan menuruni lembah, berjalan di antara akar-akar pohon, jalan setapak semit berbatu dan licin.

Lubuak Batu Tuduang memiliki ciri khas dengan adanya bebatuan yang mengapit dibawahnya. Masyarakat sekitar mengenal lubuak ini dengan sebutan Lubuk Batu Pancah sebab dibagian atas batu besar ini ada yang pecah. Ada juga yang menamai lubuk ini dengan Lubuk Baret mirip dengan topi baret.

Lubuak Batu Tuduang ini terdapat banyak ikan endemik seperti ikan Gariang, ikan Kulari dan ikan Panjang.Ikan tersebut berada disela-sela batu yang berada dibawah Lubuak Batu Tunduang dan dapat diperoleh dengan menembaknya mengunggunakan tombak atau dengan memancing.

Lubuak Batu Tunduang juga dapat digunakan sebagai tempat berkemah dan bermain sebab ditepian lubuak ini terdapat pasir yang bisa dipakai untuk mendirikan tenda sekitar 5-10 tenda dum yang berisi 2 orang tiap tendanya atau berkemah diatas batu Lubuak Batu Tunduang. Bahkan lokasi yang berpasir ini dapat digunakan sebgai arena untuk perunjukan dan atraksi kesenian tradisional Minangkabau seperti Randai dan Pencak Silat.

Puas dengan melihat Lubuak Batu Tunduang kita akan kembali menyusuri tepian sungai kemudian masuk kedalam hutan menaiki bukit dan menuruni lembah hingga akhirnya sampai di Lubuak Sikayang Tabiang. Lubuak ini terletak di patok batas penghijauan Dinas Kehutanan Kabupaten Paang Pariaman yang memilik kedalaman 2-3 meter dan kabarnya terdapat banyak ikan-ikan yang berukuran besar didalamnya.

Lubuak Sikayang Tabiang berbentuk tebing-tebing tinggi yang terdapat banyak berbatuan besar yang membentang dari hulu sampai hilir lubuak ini. Lubuak ini dapat juga digunakan sebagai lokasi berkemah dengan memasang tenda diatas bebatuan untuk 2  tenda dum dengan isi 2 orang dan diatasnya dapat didirikan tenda dum lebih dari 10. Tempat ini hanya untuk orang dewasa, mengingat banyak tepian tebing curam.

Dari Lubuk Sikayang Tabiang akan juga melewati Lubuak Sikayan Limau, Lubuak Pasangkuhan hingga sampai di Lubuak Kasai. Lubuak ini terletak sebelum Lubuak Nyarai tepatnya di hulu pengebrangan. Terdapat dua lubuak disini yaitu lubuak Kasai Gadang dan Lubuak Kasai Ketek.

Di Lubuak Kasai Gadang terdapat akar pohon yang dapat digunakan untuk berayun-ayaun dan dikelilingi oleh bebatuan besar yang menyerupai tebing-tebing. Di antara kedua lubuak ini terdapat jalur aliran sungai yang menyempit seperti bendungan yang mengatur debit air mengalir.

Pada waktu tertentu di tepian Lubuak Kasai Ketek ada pohon yang daunnya menyerupai bunga sakura dan masyarakat setempat menyebutknya sakura nyarai. Tepian lubuak kasai ketek dapat digunakan juga untuk area sekitar lebih dari 10 tenda dum dengan kapasitas 4-5 0rang per tendanya.Kedua lubuak ini sering digunakan untuk alternatif mandi-mandi bila debit air Lubuak Nyarai sedang tinggi.

Di antara Lubuak Kasai Gadang dan Lubuak Kasai Ketek ini kita akan menyeberangi sungai yang bila dalam keadaan normal ketinggiannya dari lutut hingga paha orang dewasa kira-kira 70 cm. Kemudian mnyusuri tepian sungai dan kembali masuk kedalam hutan.

Selama perjalanan menuju Lubuak Nyarai akan melewati satu makam panjang berpagar batu yang persis berada di tengah perlintasan jalan. Konon makam ini salah satu pejuang yang mengasingkan diri kedalam hutan saat zaman penajajahan hingga konfik PKI merebak. Usai itu akan masuk kedalam hutan hujan tropis yang cukup rapat hingga terlihat dari berbatuan besar yang terdapat banyak pengunjung. Petanda Lubuak Nyarai sudah dekat sekitar 100 meter.

Untuk sampai ke Lubuak Nyarai harus menyebrangi sebuah batang pohon besar yang melintang dan terbenam sebagian kedalam sungai. Sesampainya di Lubuk Nyarai akan disuguhkan pemandangan yang super cantik sekali yang akan menghipnotis para pengunjung sehingga rasa lelah selama perjalanan akan begitu saja mengalir hilang

Lubuak Nyarai memiliki pesona air terjun yang menakjubkan membuat pengunjung terkagum-kagum setelah melewati perjalanan yang menantang dan menguras keringar dengan ketinggian daerah 186 di atas permukaaan air laut dengan ketinggian air terjun sekitar 7-8 meter yang dibendung oleh dua batu besar.  Air tersebut mengalir seperti pintu bendungan yang bermuara ke dalam sebuah kolam besar yang dikelilingi oleh jejeran tebing batu granit.

Kolam Lubuk Nyarai ini tidak terlalu dalam dengan air yang jernih, dingin dan dasar berwarna kehijauan sehingga  banyak pengunjungan yang memanfaatkannya untuk berenang sembari  terjun bebas melompat dari ketinggian menuju kolam atau ada juga yang mencoba untuk menangkap ikan khas tempat ini dengan pistol tombak atau dengan memancing sebab disini banyak terdapat ikan.

Dibutuhkan keahlian khusus untuk menangkap ikan dengan pistol tombak, karna harus menyelam sambil kejar-kejaran dengan ikan. Kabarnya rasa ikannya luar biasa enak dengan yang daging yang  lembut, manis dan gurih.

Di lokasi lubuk nyarai ini juga terdapat musalla kecil dengan luas kira-kira 3 x 3 meter dan terdapat juga toliet untuk ganti baju meskipun sederhana serta warung-warung menjual berbagi makanan dan minuman.

Selama perjalanan akan melewati 4 kali bukit dengan kemiringan 25 derajat dan melewati  2 kali bukit dengan kemiringan 45 derajat yang diiringi dengan instrumen alam serangga hutan dan suara khas satwa hutan lindung.

Ditambah juga dengan suara gemerik air yang mengalir dari dataran tinggi yang melewati sela-sela bebatuan menuju hulunya membuat suasana penjelajahan semakin asik dan sangat berasa sekali berada dalam pedalaman hutan hingga menemukan air terjun layaknya surga dunia yang tersembunyi dilindungi oleh bebukitan. Bahkan bila dilanjutkan lagi ke atas akan terdapat spot-spot air terjun lainnya seperti Lubuk Sikayang Gariang, Lubuak Paku, Lubuak Labuan hingga Talago.

Tak perlu khawatir selama perjalanan menuju Lubuak Nyarai akan ditemui pondok-pondok untuk beristirahat seperti pondok sebelum Lubuak Ngugun, di sekitar Lubuak Ngugun yang berada di dalam hutan, deket tepi sungai, dalam hutan belantara ada dua tempat, posko Lubuak Kasai, sesudah menyebrang sungai disekitar Lubuak Kasai, dalam hutan belantara sekitar Lubuak Kasai, dan di lokasi Lubuak Nyarai.

Pondok ini menjual berbagai minuman dan makan. Pada hari-hari biasa pondok ini hanya yang ada ditengah hutan saat menuju Lubuak Kasai yang buka namun saat akhir pekan kemungkinan semua pondok ini akan buka dengan menjual berbagai makanan ringan, nasi bungkus hingga minuman.

Beberapa hal yang telah diwanti-wanti kepada pengunjung  adalah dengan tidak mencoret coret bebatuan, membuang sampah sembarangan, dan memakai narkoba serta minuman keras. Itu aturan tertulis yang telah dibuat oleh masyarakat disana untuk menjaga keindahan alam dan ketertiban lingkungan agar terhindar dari hal-hal yang tidak diinginkan.

Lubuk Nyarai merupakan air terjun terindah yang dimiliki Sumatra Barat yang begitu menawan, indah dan masih terjaga, mengundang para pelancong terutama bagi yang gemar tracking. Nah, ingin mencoba? Mari menjalajah ke Lubuk Nyarai, air terjun ini dapat menjadi salah satu referensi tracking yang kini menjadi salah satu tempat wisata yang dimanfaatkan masyarkat dalam mengisi hari liburan terutama untuk menguji ketangguhan nyali dan stamina.


















—————————————————————————————————————————————
 ©Hak Cipta Bayu Haryanto. Jika mengkopi-paste tulisan dan foto ini di situs, milis, dan situs jaringan sosial harap tampilkan sumber dan link aslinya secara utuh. Terima kasih.

No comments:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...