Friday, December 30, 2016

Yuk, Coba Kuliner Malam Khas Jembatan Siti Nurbaya


Tak kala mengunjungi Kota Padang, Sumatra Barat dapat mencoba mengunjungi Jembatan Siti Nurbaya yang memiliki panorama alam yang indah. Tidak hanya itu saja, di sini pengunjung dapat menikmati sajian kuliner khas yang ada yaitu jagung bakar dan pisang bakar.

Dalam tulisan sebelumnya telah diceritakan mengenai historikal dari pembuatan Jembatan Siti Nurbaya dan hal-hal menarik lainnya. Nah, kali ini akan menceritakan dari sisi lambung bagian tengah alis perut, artinya makanan  yang terdapat di Jembatan Siti Nurbaya ini. Hahaha

Nama Siti Nurbaya memang tidak bisa dilupakan, selalu melekat dalam benak tiap masyarakat di Minangkabau. Menjadi inspirasi dalam penamaan sebuah jembatan yang begitu kesohror. Jembatan Siti Nurbaya sejatinya fasilitas umum yang dibangun oleh pemerintah Kota Padang untuk menghubungkan  Jalan Nipah, Kelurahan Berok Nipah dan Jalan Pabayan, Seberang Padang yang dibatasi oleh sungai Batang Arau. Lokasinya berada tidak jauh di pusat kota dan masih di kawasan Kota Tua Padang.

Seiring berjalannnya waktu, Jembatan Siti Nurbaya menjadi ikon bagi kota bengkuang ini. Ramai dikunjungi oleh wisatawan, baik lokal maupun mancanegara. Di atas jembatan ini terdapat pedangan yang menjual makanan dan minuman. Kehadirannya seakan menjadi pelengkap untuk  menikmati suasana alam yang menawan dari perpaduan rumah penduduk di perbukitan, Pelabuhan Muaro dan kawasan Kota Tua Padang.

Pedagang yang menjual pisang bakar dan jagung bakar di Jembatan Siti Nurbaya 
Jagung manis
Bila siang hari di atas jembatan ini tidak ada aktivitas yang menarik, kecuali lalu lalang kendaran yang melintas dan tak jarang pengunjung yang ingin mengabadikan moment. Lain halnya bila petang dan malam tiba, terdapat pedagang yang berjualan di atas jembatan yang memanfaatkan sisi jalur pejalan kaki di kiri dan kanannya. Tiap pedangan menyediakan kursi-kuris bisa dihadapkan ke jalan atau melihat pemandangan alam.

Kabarnya juga pedagang di Jembatan Siti Nurbaya akan direlokasi ke tempat barunya di taman dekat tepi sungai Batang Atau yang kini dipercantik. Sebab lokasi ini direncanakan akan menjadi pusat kuliner di kawasan Kota Tua Padang siring dengan penataan kawasan objek wisata di Kawasan Wisata Terpadu (KWT) Kota Padang yang terus dibenahi.

Baca: Jelajahi Kota Tua Padang

Khasnya, Jagung Bakar dan Pisang Bakar

Jagung bakar dan pisang bakar berlatarkan Kota Tua Padang
Kuliner yang disediakan di Jembatan Siti Nurbaya tidak begitu berat, hanya jajanan ringan berupa jagung manis dan pisang batu serta untuk minumannya berupa air mineral kemasan dan teh botol. Jagung bakar disajikan dalam dua pilihan yakni berbentuk utuh dengan tongkolnya atau diserut biji-bijinya.

Nantinya, jagung bakar tersebut dilumuri dengan saus cabe manis yang rasanya lezat dan berbeda dari tempat lainnya. Kemudian akan diletakan dalam piring plastik kecil yang berwarna warni dengan alas kertas nasi

Jagung bakar dan pisang batu
Pisang bakar 
Jika pisang bakar akan disajikan dengan cara memadatkan pisangnya sehingga berbentuk gepeng atau istilah masyarakat Minangkabau dikapiak. Kemudian dihidangkan menggunakan tempat yang sama seperti jagung bakar. Sekilas proses pembuatannya sama seperti pisang kapiak, Namun, menjadi pembedanya isian tambahannya.

Pisang kapiak dibalut dengan parutan kelapa yang telah dikasih gula merah (karambia saka), sedangkan pisang bakar khas Jembatan Siti Nurbaya ditaburi dengan parutan keju dengan coklat bulir (mises). Tapi terkadang ada juga yang mengkombinasikan semuanya.

Baca: Jembatan Siti Nurbaya Dari Kisah Roman Yang Membuat Rindu

Panorama Alam Kala Malam dari Jembatan Siti Nurbaya

Keindahan alam dari Jembatan Siti Nurbaya view Kota Tua Padang, Pelabuahan Muaro dan Bukit Gado-Gado
Istimewanya Jembatan Siti Nurbaya ini tidak lain karena pemandangannya, tapi akan lengkap rasanya bila ditemani dengan pengganan ringan ini. Kala malam menjadi moment yang baik untuk berkunjung.

Barisan kursi berjejer rapi di tepi jembatan begitu juga kendaraan yang terpakrir di badan jalan. Asap mengepul dari bara yang dikipas oleh pedagang serta kelap kelip lampu menambah keindahan. Ah, begitu kiranya gambaran bila menikamati malam di Jembatan Siti Nurbaya.

Baca: Objek Wisata Kota Padang

Panorama Bukit Sitiong (apenberg) dan tepi sungai Batang Arau
Menghabiskan malam di Jembatan Siti Nurbaya dapat menjadi pilihan, terutama untuk tempat nongkrong bersama teman sejawat atau keluarga. Harga kuliner ini juga cukup terjangkau, satu prosisnya Rp.8000,- (per Desember 2016), sedangkan untuk minumannya Rp.5000,- per botolnya.

Rugi rasanya, bila ke Kota Padang tidak berkunjung ke Jembatan Siti Nurbaya yang ceritanya melegenda dan menyajikan panorama alam serta kuliner yang lezat untuk dinikmati. Memang makan jagung bakar dan pisang bakar yang nikmat itu, ya di Jembatan Siti Nurbaya. Coba saja.

Baca: Jembatan Siti Nurbaya dan Melihat Keindahannya dari Segala Waktu 

Jagung Bakar
Jagung Bakar serut

Peta Lokasi Jembatan Siti Nurbaya:

————————————————————————————————————————————————————
 ©Hak Cipta Bayu Haryanto. Jika mengkopi-paste tulisan dan foto ini di situs, milis, dan situs jaringan sosial harap tampilkan sumber dan link aslinya secara utuh. Terima kasih.

6 comments:

  1. wah. buat nongkrong manja banget ya. view nya cakep bener. g bosenin.

    salam kenal mas bro. monggo kunjung balik blog saya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Memang kalo jalan-jalan ke kota tua itu tidak membosankan terutama saat malam hari nongkrong di jembatan siti nurbaya. seru sekali.

      kapan-kapan dapat main mas ke kota padang menengok cerita malingkundang dan siti nurbaya hehe

      sip mas nanti saya akan berjunjung. BTW makasih sudah singgah. salam kenal dari ubay.

      Delete
  2. Legenda Siti Nurbaya tak hanya tersohor di ranah minang, tapi seluruh Indonesia. Waktu aku pertama datang ke Padang, salah satu tempat yang kudatangi adalah jembatan siti nurbaya ini.. Memang syahdu kalau malam hehe.

    ReplyDelete
    Replies
    1. yup betul uda bara. hikayat siti nurbaya memang tidak pernah hilang meski hanya roman, tapi mampu hadir dalam dunia nyata dan melekat dalam suatu kawasan serta menjadi objek wisata yang menarik untuk dikunjungi. hehhe

      Delete
  3. Aiiih....seru banget nih pasti rasanya, makan jagung bakar sama pisang bakar,
    Aku belum pernah ke Padang, bisa jadi referensi kegiatan malam hari nih kalau ke Padang.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah musti ke padang nih mas. Memang seru mas soalnya bisa memandang sungai dnegan lampu2. pokoknya romantis bgt tempatnya hehehe

      Delete

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...