Friday, March 3, 2017

Lubuak Paraku Pesona Pemandian Alam Sebening Kristal dan Sedingin Es



Lubuak  Paraku merupakan salah satu pemandian alam legendaris di Kota Padang yang memiliki lubuak (kolam) berwarna biru dengan air yang sangat jernih, dingin serasa air es dan tentunya masih asri dengan rimbunan pepohoan yang hijau.

Kala itu usai menjelajah AirTerjun Sarasah Ulu Gadut, saya bersama Tulus, Denni, Bintang, Amaik, dan Kelvin melanjutkan perjalanan menuju pemandian alam Lubuak Paraku yang berada di Kelurahan Indarung, Kecamatan Lubuk Kilangan, Kota Padang, Sumatra Barat.

Cuaca saat ini dalam keadaan cerah berawan, kami sempat memberi beberapa makanan ringan dan minuman untuk persediaan di lokasi. Lubuak Paraku ini sudah kesekian kalinya saya kunjungi, tidak pernah bosan dan selalu memikat. Sebabnya airnya berwarna biru.

Pemandian Alam Legenda

Panorama Lubuak Paraku
Di kalangan masyarakat kini, tempat ini tidak begitu populer dan keberadaannya banyak yang belum mengetahuinya. Padahal di era tahun 80-an sempat menjadi destinasi primadona untuk berlibur dan sudah lama ditetapkan sebagai objek wisata alam. Masyarakat memanfaatkannya untuk bermain air dan termasuk salah satu pemandian alam yang sudah dikenal sejak zaman kolonial.

Hal ini seiring dengan dimanfaatkannya aliran sungai Lubuak Paraku ini sebagai sumber air dan pembangkit listrik tenaga air oleh PT. Semen Padang. Sudah sejak tahun 1907 loh. Aliran sungainya berada di kawasan konservasi Taman Hutan Raya Bung Hatta dan hutan lindung Cagar Alam Barisan I. Akan bermuara ke Pelabuhan Muaro yang berada di sungai Batang Arau hingga menuju Samudera Hindia.
Lubuak Paraku merupakan aliran sungai dengan kolam berwarna biru dan jernih
Letaknya sebelah timur Kota Padang sekitar 25 km dari pusat kota menuju Kabupaten Solok. Tidak sulit, aksesnya mudah dan dekat jalan raya. Untuk lebih lengkapnya rute dan akses menuju tempat ini dapat baca tulisan saya sebelumnya yang berjudul LubuakParaku Pemandian Alam Berwarna Biru dan Serasa Dalam Air Es.

Pemandian Lubuak Paraku yang menyegarkan
Lubuak Paraku si Biru yang Dingin

Lubuak Paraku airnya jernih dan dingin
Saya tidak mengira ternyata awan gelap sudah berada di atas kepala. Padahal tadi langit cerah. Itu sebabnya di kawasan ini cuaca tidak bisa ditebak. Maklum berada di daerah ketinggian. Satu per satu air hujan pun turun.

Saya yang membonceng Tulus kemudian memacu motor lebih kencang lagi agar segera tiba di lokasi. Sementara keempat teman lainnya sudah berada di gerbang pemandian alam Lubuak Paraku. Setelah tiba di lokasi kami kemudian bayar tiket masuk sebesar Rp. 5000 per orang. Di tempat ini free tempat parkir.

Hujan pun turun. Kami terus melajukan motor hingga sampai di tempat parkir. Kemudian berteduh sejenak di salah satu kedai milik masyarakat setempat. Wah, sepertinya kami belum beruntung untuk bisa menikmati pemandian alam Lubuak Paraku ini. Meski hujan turun, tapi masih ada harapan, langit cerah dan mentari masih menampakkan sinarnya. Sepertinya ini hujan lewat.

Panorama Lubuak Paraku
Pemandian alam Lubuak Paraku memiliki tempat yang tidak begitu luas, tapi bisa menjadi salah satu tempat untuk menyepi dari kepenatan selama beraktivitas. Kegiatan yang dapat dilakukan di tempat ini, bisa bermain air, berenang dan melompat ke dalam kolam (cliff jumping) atau duduk-duduk manja sambil berfoto-foto.

Warna kolamnya memang asli biru dan bukan hasil editing. Akan lebih terlihat biru bila terkena cahaya matahari, tapi bila kondisi cahaya sedikit redup akan berwarna biru tosca. Waktu yang paling tepat untuk mengunjungi pemandian ini adalah ketika pagi dan jelang sore hari, sebab air yang jernih ini akan terlihat biru bekilauan bak kristal.

Menggunakan properti kain tenun saat berpose di Lubuak Paraku
Nah, perlu diperhatikan juga agar berhati-hati bila menjelajah di Lubuak Paraku ini, karena lokasinya merupakan aliran sungai dengan kondisi alam yang tidak bisa ditebak. Kita harus melihat kondisi cuaca dan warna air sungainya, karena bisa saja terjadi air bah dengan tiba-tiba. Apalagi bila musim penghujan. Tetap wasapada.

Sebenarnya objek wisata ini memiliki beberapa fasilitas yang dapat memanjakan para pengunjungnya, dimulai dari kedai-kedai kecil hingga ruang ganti. Sayangnya, kini sudah tidak terawat seperti ruang ganti pakaian yang tidak terurus, berlumut dan terkesan dibiarkan begitu saja. Mungkin pemerintah kota bisa memperhatikan kembali objek wisata yang berada dipinggiaran kota ini.

Ingin mencari lubuak (kolam) yang berwarna biru di Kota Padang? Coba datang saja ke Lubuak Paraku, pemandian alam sebening kristal dan sedingin es. Brrr..

Penampakan Lubuak Paraku ketika baru tiba di lokasi
Landskap Lubuak Paraku yang biasa digunakan sebagai tempat pemandian alam
Bintang berpose dengan kain tenun
Pose Kelvin dengan tampak belakang
Tulus menggunakan kain sarung untuk properti berfoto
Denni sang petualang sedang berpose.
Amaik berpose menggunakan properti kain tenun
Lokasi dalam Google Maps:

**semua foto ini merupakan koleksi pribadi
————————————————————————————————————————————————————
Bayu Haryanto – biasa disapa Ubay. Penikmat senja yang bermimpi untuk explore Indonesia dengan tagline #JelajahNagariAwak. Pemotret yang suka dipotret. Perngkai kata dalam blog kidalnarsis.blogspot.co.id. Jejaring sosial Twitter @beyubay dan Instagram @beyubaystory.

Traveling  Explore  Journalism  Photograph  Writer  Share  Inspire

 ©Hak Cipta Bayu Haryanto. Jika mengkopi-paste tulisan dan foto ini di situs, milis, dan situs jaringan sosial harap tampilkan sumber dan link aslinya secara utuh. Terima kasih.

4 comments:

  1. kalau ketemu sungai itu saya bawaannya pengen nyemplung aja deh..
    minimal nyemplungin kaki deh..
    hehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hehehehe silahkan datang ke Padang aja Bu.Pasti bakalan betah deh main airnya.hehe

      Maksih Bu udah berkunjung. Salam

      Delete
  2. Replies
    1. Makasih uni Intan. Yuk jelajah ke Padang :)

      Delete

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...