Monday, June 26, 2017

48 Jam Liburan di Kota Padang? Ini Loh Tempat Wisata yang Bisa Kamu Kunjungi


Kota Padang merupakan pintu masuk kunjungan para wsiatawan ke Sumatra Barat dan menjadi pilihan untuk menghabiskan waktu liburan. Terdapat sejumlah destinasi dan iven wisata menarik yang dapat dikunjungi, sehingga wajar saja kota yang dikenal dengan buah bengkuangnya ini dapat dinobatkan surganya wisata.

Nah, bagi yang sedang atau merencanakan liburan singkat ke Kota Padang, berikut ini rekomendasi objek wisatanya yang dapat dijelajahi selama 48 jam. Walau sebentar, tapi bisa bisa berkesan loh.

1. Mencoba kedamaian di Pantai Pasie Jambak (07.00-08.30 WIB)



Misalnya, ketika baru mendarat ke dari Bandara Internasional Minangkabau (BIM) atau usai beraktivitas dalam sepekan ini bisa langsung pergi ke Pantai Pasie Jambak yang terletak di Kelurahan Pasie Nan Tigo, Kecamatan Koto Tengah, Kota Padang. Dari pusat kota sekitar 30 menit atau dari BIM sekitar 9 km. 

Pantai Pasie Jambak memiliki topografi alam yang landai dengan garis pantai yang luas, berpasir padat dan berwarna kecoklatan. Ditumbuhin pepohonan pelindung berupa kelapa dan pinus jarum yang asri, cukup bersih dan sepi. Tidak disarankan untuk bermain dan mandi di pantai karena ombaknya cukup aktif.


Nah, wajar jika pantai ini cocok yang ini mencari kedamaian sembari menikmati keindahan pantai bersama semilir angin, deburan ombak, dan ditemani dengan es kelapa muda yang menyegarkan. Cukup dengan membayar tiket masuk Rp. 5ribu (dewasa) dan Rp.2ribu (anak-anak) sudah bisa menikmati keindahan pantai ini.

Lapar? Tidak masalah di sekitaran sini juga terdapat rumah makan yang menyediakan kuliner seafood seperti gulai kepalo ikan, gulai cumi dan udang. Tidak lupa juga singgah ke penangkaran penyu Kelompok Jambak Seaturtle Camp yang digagas oleh Pati Hariyose untuk wisata edukasi hewan langka ini. Asik kan?

 2. Melihat kawasan Agrowisata Lubuk Minturun (09.00-11.00 WIB)

Dari Pantai Pasie Jambak dilanjutkan bermain air ke Lubuak Minturun. Daerah ini yang merupakan kawasan agrowisata dan pemandian alam yang berlokasi di Kelurahan Koto Tangah, Kota Padang. Sekitar 40 menit dari pusat kota atau dari BIM kira-kira 40 menit juga.

Lubuk Minturun sudah lama dikenal sebagai tempat pemandian alam yang memanfaatkan aliran sungai Batang Kandis yang memiliki air yang jernih dan menyegarkan. Bahkan dulunya menjadi tempat mandi para pejabat pemerintahan Kolonial Hindia Belanda. Tempatnya bernama Lori. Kini pemandian ini menjadi salah satu destinasi wisata keluarga  yang banyak dikunjungi terutama ketika memasuki bulan Ramadan untuk prosesi Balimau.

Masjid  Nur Zikrullah
Selain Pemandian Lori, ada juga pemandian alam lainnya seperti Pemandian ABG, Pemandian Alam Aie Dingin serta terdapat sejumlah wisata berpetualang lainnya, ada Pincuran 7 dan Ngungun Saok. Tidak jauh juga terdapat Mekah Mini di Kota Padang, Tempatnya di Masjid Nur Zikrullah yang dapat menjadi pilihan untuk berwisata religi yang dapat dikunjungi bila ke Kota Padang. Untuk bisa menikmati suasana Miniatur Mekah ini, pengunujung dapat biaya masuk Rp. 5 ribu. Bagaimana tertarik?

3. Mencari Makan Siang dan Menengok Megahnya Masjid Raya Sumatera Barat (11.40-13.00 WIB)


Dari Lubuk Minturun meluncur ke pusat kota untuk mencari makan siang bisa singgah ke RM Lamun Ombak atau RM Sederhana tempat makan lainnya. Kemudian dilanjutkan istirahat sejenak sembari menunggu waktu salat Zuhur di Masjdi Raya Sumatera Barat. Lokasinya stategis persis dipersimpangan antara jalan Khatib Sulaiman dan jalan Jalan KH. Ahmad Dahlan, Kecamatan Padang Utara, Kota Padang. 

Masjid Raya Sumatera Barat merupakan salah satu masjid terunik di dunia yang memiliki bentuk modernisasi arsitektur Minangkabau. Masjid Raya Sumatera Barat ini juga dirancang mampu menahan goyangan gempa hingga 10 SR dan sebagai shelter lokasi evakuasi bila terjadi Tsunami. Peletakan batu pertama masjid ini dilakukan pada 21 Desember 2007 hingga saat ini masih dalam peroses perampungan meski sudah dapat digunakan untuk beribadah.

Interior dan penampakan dalam Masjid Raya Sumatera Barat
Masjid ini selalu ramai dikunjungi oleh para wisatawan dari berbagai daerah dalam maupun luar negeri. Nah, saat pertama mengijakkan kaki ke Kota Padang dapat beribadah  sembari wisata religi dan mengabadikan gambar di masjid kebanggaan masyarakat Minangkabau ini.

4. Melihat Pesona Alam dari Jembatan Siti Nurbaya, Baik Siang dan Malam (13.10-13.40 WIB)

Panorama perbukitan, sungai Batang Arau dan Kota Tua Padang dari Jembatan Siti Nurbaya
Dari Masjid Raya Sumatera Barat meluncur lagi ke daerah muaro, untuk melihat keindahan alam dari Jembatan Siti Nurbaya yang dapat dinikmati segala waktu.  Pagi hari bisa melihat sunrise, senja dapat melihat sunset dan malam dapat menikmati kelap kelip lampu rumah penduduk di sekitar bukit Gado-Gado.

Jembatan ini dibangun sejak tahun 1995, membentang sepanjang 156 meter dan dengan lebar jembatan 8 meter ini dilengkapi juga dengan trotoar dan dihiasi oleh puluhan lampu-lampu yang menyerupai bentuk gonjong yang menjadi identitas aristektur Minangkabau.

Suasana kala malam dari Jembatan Siti Nurbaya
Jembatan ikonik ini kini menjadi salah satu tempat kongkow dan kuliner favorit di Kota Padang. Sedari sore hingga tengah malam di atas jembatan ini akan ramai dijumpai penjual jagung dan pisang bakar yang memadati tepian jembatan. Jajanan khas ini wajib dicicipi bersama es kelapa muda atau minuman teh yang dibotol lainnya. 

Percaya deh, jembatan ini selalu membuat rindu, baik alamnya dan kulinernya.  So, bila berlibur ke Kota Padang singgah ke jembatan ini menjadi hal yang tidak boleh dilewatkan.

5. Treking ke Gunung Padang Untuk Kunjungi “Sitti Nurbaya” (13.50-15.00 WIB)


Dari jembatan Siti Nurbaya dapat diteruskan untuk treking ke Gunuang Padang mengunjungi “Sitti Nurbaya” yang kesohor itu. Gunuang Padang menjadi ikon bagi Kota Padang, sebab telah melekat pada lambang administrasi kota ini. Terletak di Kelurahan Kampung Seberang Pabayang, Kecamatan Padang Selatan, Kota Padang. Untuk bisa masuk harus membayar tiket, Rp.5ribu (dewasan) dan Rp.2 ribu (anak-anak) serta parkir motor Rp. 3ribu.

Gunuang Padang bukan sembarang gunung, meski sebuah bukit yang ketinggiannya kira-kira 400 mdpl ini ternyata memiliki banyak cerita dan objek wisata yang patut dijelajahi. Dengan ‘mendaki’ 331 anak tangga (hasil perhitungan saya dan teman kala itu), pengunjung bisa menemukan makam yang dipercaya oleh masyarakat sekitar sebagai tempat isitrahat terakhirnya Sitti Nurbaya.

Panorama lautan dan pulau-pulau dari Taman Siti Nurbaya
Puncak gunung ini juga menjadi saksi atas perjuangan cinta mereka dengan nama Taman Siti Nurbaya dengan landscape Kota Padang dan lautan yang luar biasa indahnya. Bahkan di Gunuang Padang akan ditemui beberapa benteng dan bunker yang merupakan situs peninggalan zaman penjajahan Jepang. Kita bisa juga melihat suasana perkampungan nelayan hingga nikmatnya memancing. Siapa tahu bisa ketemu jodoh di tempat ini. Hehe

6. Jelajah Kota Tua Padang dan Salat Ashar di Masjid Muhammadan (15.10-16.30 WIB)

Gedung Geo Wehry and Co Bangunan Tua Tercantik di Kota Tua Padang
Usai turun gunung langsung deh jelajah kota tua, untuk melihat peninggalan sejarah dari sisa-sia perkembangan Kota Padang. Nuansa nostagia akan terasa bila menjelajah Kota Tua Padang. Jejak kejayaan tempo dulu masih bisa temui di sini terlihat berjejer puluhan bangunan tua  dan bekas kantor pemerintahan, perbankan, serta kantor dagang peninggalan VOC yang ada di sepanjangan Muaro, Batang Arau, Pasa Gadang (Pasar Hilir), Pasa Mudik, dan Pasa Tanah Kongsi  hingga kawasan Pondok.

Banyak hal-hal yang menarik seperti belajar sejarah Kota Padang sembari olahraga dengan ngegoes sepedah, mengenal arsitketur bangunan tempo dulu, mencari spot hunting foto untuk menangkap sudut-sudut eksotisme Kota Padang tempo dulu.

Masjid Muhammadan di Kawasan Kota Tua Padang
Usai melihat bangunan tua, saatnya istrahat sejenak dan salat Asar terlebih dahulu di Masjid Muhammadan. Menarikanya masjid ini, awalnya terbuat dari kapur, pasir, gula dan putih telur sebagai perekatnya. Sejak awal abad ke-20 diganti dengan semen. Masjid Muhammadan ini merupakan salah satu tempat bersejarah yang memiliki peranan yang sangat penting bagi masyarakat muslim keturunan India di Kota Padang yang berdiri sejak 1843.

Kawasan Kota Tua Padang ini, tidak hanya banyaknya bangunan peninggalan kolonial saja. Namun, memiliki keberagaman tradisi budaya multietnik yang berbaur menjadi atraksi yang menawan salah satunya pertunjukan Barongsai oleh masyarakat Tiongkok atau tradisi melempar gula yang dilakukan oleh masyarakat muslim keturunan India hingga beragam kuliner khas, cafe kekinian dan tempat nongkrong favorit kaula muda Padang.

7. Melihat Senja  di Pantai Padang (16.40-18.00 WIB)

Kala senja di Pantai Purus
Sore pun tiba, saatnya melihat matahari terbenam di Pantai Padang. Senja di Kota Padang itu sangat menawan dan selalu dirindukan. Dari kota tua ke pantai tidaklah jauh. Hanya beberapa menit saja berkendara dengan motor sudah terlihat hamparan air laut yang luas. Pantai Padang merupakan sederet kawasan pesisir yang terbagi dari beberapa pantai. Bagi masyarakat Minangkabu sering menyebutknya tempat ini Taplau (Tapi Lauik).

“Main ke Taplau yuk,” Begitulah kirannya bunyi ajakannya. 

Pantai Muaro Padang

Pantai Muaro Padang
Mulai dari Pantai Muaro Padang ini titik awal untuk menikmati pesona pantai di Kota Padang. Pantainya berada dekat muara sungai Batang Arau. Memiliki pantai yang tidak terlalu landai dengan ombak yang sedang.  

Pantai Purus


Pantai Purus selalu padat dikunjungi wisatawan
Diteruskan ke Pantai Purus  yang memiliki landmark tulisan Padang atau Tugu IORA. Pantai juga menjadi salah satu pusat berkumpulnya anak muda Kota Padang. Sembari nongkrong, sembari menghilangkan penat dengan bermain air atau duduk-duduk manja sambil makan bakso bakar, cucik kerang langkitan/pensi dan kerupuk kuah mie sebagai jajanan khasnya.

Di sini juga terdapat Danau Cimpago (danau buatan) dan atanya LPC (Lapau Panjang Cimpago) kedai baru yang disedikan oleh pemerintah kota serta pesestrian yang luas untuk memanjakan pengunjugn juga dibangun. Rencananya dibangun hingga Pantai Muaro Padang.

Pantai Muaro Lasak

Monumen Merpati Perdamaian di Pantai Muaro Lasak
Bila dilanjutkan lagi akan melewati Pantai Muaro Lasak. Di sana terdapat taman yang bernama Taman Muaro Lasak dan terdapat Monumen Perdamaian Merpati. Tempat ini juga cukup ramai dikunjungi, seperti saat di landmark tulisan Padang di Pantai Purus.

Inilah wajah baru dari pantai-pantai yang berada di pusat Kota Padang ini. Bagaimana pun juga mengabadikan momen di landmark ini bisa disebut sah telah mengunjungi kota yang dikenal dengan cerita Malin Kundang dan Siti Nurbayanya ini. Kabarnya sunset di Pantai Padang ini tak kalah cantik dengan yang di Bali loh.

8. Magrib di Masjdi Raya Gantiang (18.15-19.00 WIB)



Kumandang azan telah tiba. Langit yang semula biru perlahan merona dan jingga. Saatnya saat Magrib. Setelah mengunjungi sepanjang Pantai Padang ini dilanjukan perjalanan ke Masjid Raya Ganting di Jalan Ganting No.10, Kelurahan Ganting, Kecamatan Padang Timur, Kota Padang.

Kenapa harus ke sini? Karena Masjid Raya Gantiang ini didaulat sebagai masjid tertua di Kota Padang yang mulai dibangun pada 1805 dengan gaya arsitektur neoklasik yang proses pengerjaannya melibatkan beragam bangsa seperti Eropa, Timur Tengah, Tiongkok, dan Minangkabau, sehingga terlihat berbagai perpaduan arsitekturnya.


Masjid ini menjadi saksi bisu perkembangan agama Islam serta tumbuhnya berkembangnya Kota Padang tempo dulu yang masih mempertahankan bentuk aslinya. Terlihat dari lantainya dengan ubin tegel kuno,  dinding bagian depan masjid, atapnya dan tentunya saat berkunjung ke masjid ini akan membuat kita terkagum-kagum. Keren kan?

9. Berburu Kuliner dan Oleh-Oleh di Kota Tua Padang (19.15-20.30 WIB)

Setelah seharian berkeliling dan mengunjungi sejumlah destinasi wisata, sudah saatnya berburu kuliner yang lezat dan khas di Kota Padang. Nah,  sejumlah titik di kawasan Kota Tua Padang ini terdapat pusat kuliner. Di kawasan Jembatan Siti Nurbaya terdapat jajanan yang menarik untuk dicicipi yaitu jagung bakar dan pisang bakar keju.

Dekat Kelenteng See Hien Kiong menjadi tempat kongkow yang sering di padati oleh kaula muda sembari seruput Kopmil yang menjadi minuman khasnya. Tidak jauh ada Sweet Studio Cafe dan Weekend Cafe. Jika di jalan Batang Arau yang terkenal Karambia Cafe dan Bat and Arraw dengan banguan kolonialnya. Dilanjutkan ke Pasar Mudik ada cafe Kota Tua Coffie.

Kemudian beralih ke jalan Niaga terdapat toko yang menjual oleh-oleh khas Minang, Keripik Balado Christin Hakim. Biar tidak repot beli oleh-oleh esok harinya, lebih baik sekarang. Banyak olwh-oleh khas Minangkabau yang dapat dipilih ada keripik balado, galamai dan lainnya.

Ada juga Safari Garden Cafe and Restaurant dan The Kafé Resto and Lounge yang cukup banyak pengunjungnya dan menjadi tempat nongkrong. Begitu juga di kawasan Tugu Gempa menjadi salah satu pusat tempat berkumpul anak muda dan kuliner malam.

Beralih ke jalan Pulau Karam ada kedai es durian yang cukup tua di Kota Padang dikenal dengan Es Durian Ganti Nan Lamo. Di kawasan Simpang Kinol juga dapat menjadi pilihan untuk berburu kuliner sebab terdapat puluhan pedagang kaki lima yang menjual berbagai menu makanan dan minuman.

Ada juga cafe yang menjadi tempat nongkrong yaitu Martabak Malabar, Bistro and Pool Padang dan KIOSK Coffe and Tea Shop. Termasuk Ayam Rica-Rica Mas Bagus. Ini menjadi rekomendasi bila ingin mencicipi kuliner yang enak dan duduk-duduk asik di kawasan Kota Tua Padang. Banyak bukan? Tenang saja rekomendasi tempat makan ini dijamin halal.

10. Nongkrong Semalam Suntuk di Monumen Tugu Gempa (20.45-22.00 WIB)



Sudah kenyang dan beli oleh-oleh? Saatnya mencoba nongkrong di tempat yang hits di Kota Padang yaitu Monumen Tugu Gempa. Dulu tempat ini tidak ada yang melirik, tapi semenjak dibuat monumen ini menjadi pilihan bagi kaula muda untuk menghabiskan malam sembari wisata kuliner ditempat ini. Siang hari tempat ini seakan tidak ada kehidupan, tapi malam tiba akan berubah. Tiap hari saja selalu ramai dikunjungi, apalagi ketika akhir pekan. 

Beragam menu makanan dan minuman hadir ditempat ini ada lontong malam, gorengan, es krim, nasi goreng dan banyak lainnya. Beragam jenis minuman juga ada. Bisa bingung untuk memilihnya. Suasana di tempat ini memang penuh dengan anak muda. Selain di monumen tugu gempa dapat juga duduk di taman Tugu Joang Sumatra. Tugu ini sangat bersejarah yang merupakan cagar budaya. Jadi bila ke kota padang jangan lewatkan untuk duduk di Monumen Tugu Gempa.

11. Bermalam di Kota Padang (22.15-06.00 WIB)

Ketika malam semakin larut, saatnya untuk istirahat. Menyiapkan tenaga untuk esok harinya sehingga dapat melanjutkan penjelajah ke tempat wisata lainnya yang belum  di kunjungi hari ini. Tidak perlu khawatir, sebagai kota tujuan wisata,  Kota Padang memiliki beragam tempat penginapan yang lokasinya berada di pusat kota. Mulai dari penginapan biasa saja, motel, hotel bernuansa heritage, hotel moderen dan kekinian hingga penginapan bernuansa Islami. Tinggal pilih dan reservasi saja.

12. Berburu 'Folk' Pagi di Taman Raya Bung Hatta (07.00-09.00 WIB)

Dari penginapan kita harus pagi-pagi berangkat agar bisa menikmati suasana kabut pagi di Taman Raya (Tahura) Bung Hatta. Lokasinya Kelurahan Indarung, Kecamatan Lubuk Kilangan Kota Padang. Sebelah timur Kota Padang sekitar 25 km dari pusat kota menuju Kabupaten Solok via sitinjau lauik. Tidak sulit, aksesnya mudah dan dekat jalan raya.

Tahura ini merupakan cagar alam yang menjadi bagian Taman Nasional Kerinci Seblat yang memiliki beragam flora dan fauna langka (terutama adanya bunga raksasa Rafflesia arnoldiiyang diresmikan oleh Mohammad Hatta pada 1955. Memiliki luas keseluruhan hingga 70 ribu hektareberada di kawasan  perbukitan. Tentunya suasananya berhawa sejuk dan serba hijau dikelilingi oleh pepohonan

Selain untuk destinasi wisata keluarga, tahura ini digunakan sebagai pelestarian plasma nutfah, perlindungan sumber daya alam, pendidikan dan penelitian. Di sini ada juga tempat penginapanya dan cocok untuk bermain outbond. Meski tidak banyak dikunjungi tahura ini instagramable sekali untuk berburu folk. Rugi rasanya bila ke Kota Padang tidak piknik seru di Taman Raya Bung Hatta.


13. Pergi ke Pemandian Alam Lubuk Paraku dengan Kolam Berwarna Biru (09.15-10.00 WIB)


Dari Tahura Bung Hatta langsung kita turun menuju kawasan Lubuak  Paraku. Tempat ini merupakan salah satu pemandian alam legendaris yang terletak di Kelurahan Indarung, Kecamatan Lubuk Kilangan, Kota Padang. Tidak sulit menjumpainya berada dekat tepi jalan menuju Kabupaten Solok.

Pemandian ini sangat menarik untuk dikunjungi di antara pemandian alam lainnya yang ada di Kota Padang, karena memiliki air yang lubuak (kolam) berwarna biru dengan air yang sangat jernih, percaya deh ini warna airnya asli tak di edit. Airnya dingin serasa air es dan tentunya masih asri dengan rimbunan pepohoan yang hijau karena masih dikawasan hutan lindung dan cagar alam Tahura Bung Hatta.


14. Bermanja-Manja di Pantai dan Pelabuhan Teluk Bayur (10.45-14.00 WIB)

Panorama Pelabuhan Teluk Bayur (10.45-11.15 WIB)

Dari daerah perbukitan, mari kita turun ke pesisir pantai. Saatnya bermanja-manja ke arah selatan Kota Padang menuju kawasan Pelabuhan Teluk Bayur dan jalan lintas Padang-Painan. Di sini dapat menikmati panorama pelabuhan Teluk Bayur yang telah ada sejak zaman kolonial pada tahun 1888. Dulu dikenal dengan nama Emmahaven.

Pantai Nirwana (11.30-12.30 WIB)

Kemudian berkunjung sejenak ke Pantai Nirwana yang menarik sebagai lokasi hunting foto berlokasi di Kecamatan Lubuk Begalung, Kota Padang. Memiliki tipe pantai yang landai dengan air jernih, ombak laut yang tidak begitu besar sehingga permukaan air lautnya relatif tenang. Terdapat barisan pohon kelapa dan pohon bakau sepanjang pantai ini. Di sini pengunjung dapat bersantai menikmati panorama laut dengan semua kesibukannya, menyewa perahu untuk berkeliling, dan bisa juga digunakan sebagai area berkemah.

 Pantai Carolina  (12 45-13.00 WIB)


Bergerak lagi menuju Pantai Carolina yang  terletak di Kecamatan Bungus Teluk Kabung, Kota Padang, Sumatera Barat. Pantai ini hanya berjarak 12 kilometer dari pusat kota Padang. Memiliki pemandangan alam yang indah, secantik namanya. Dengan pasir pantai yang putih bersih dan air laut yang biru merupakan suatu perpaduan warna yang sangat menakjubkan.  Pantainya landai, pasirnya lembut, lautnya tenang, sehingga cocok untuk bermain pasir, berenang, berlayar dengan perahu, naik banana boat, atau sekadar duduk-duduk.

Pantai Sako (13.15-14.00 WIB)



Terakhir ke Menyepi di Pantai Sako bisa menjadi pilihan sebagai destinasi yang cukup private yang berada di teluk dan muara sungai dengan hutan bakaunya menciptakan panorama alam yang cukup berbeda. Pantai Sako ini terletak di Kecamatan Bungsu Teluk Kabung. Pantai Sako juga merupakan salah satu objek wisata bahari yang memiliki bibir pantai terpanjang dari objek wisata lainnya di Kota Padang. Pantai ini dikelola oleh pribadi dengan tiket masuk Rp.10ribu untuk dewasa dan Rp.5ribu untuk anak-anak. 

15. Melihat Batu Malin Kundang dan Bermain Mobil ATV di Pantai Air Manis (14.40-16.00 WIB)

Batu Malin Kundang di Pantai Air Manis
Terakhir menutup perjalanan selama 48 jam di Kota Padang dapat menyambangi Pantai Air Manis. Destinasi ini sudah asing lagi bagi masyarakat Minangkabau, pantai ini terkenal dengan Batu Malin Kundang yang merupakan legenda dari si anak durhaka” tidak berbakti dan menghargai orang tuanya.

Akses menuju kawasan wisata Pantai Air Manis dapat dituju dari beberapa arah, jika ditempuh dengan perjalanan darat yang lokasinya 15 km dari pusat kota, tepatnya di Kecamatan Padang Selatan, Kota Padang. Kira-kira 200 meter pantai dapat berkunjung ke pulau Pisang Ketek. Saat pasang surut bisa dilalui dengan jalan kaki dan dapat melihat biota laut serta terumbu karang yang menyembul ke permukaan. 

Di sini tersedia gazebo untuk tempat duduk, tolilet dan tempat ibadah sehingga tidak perlu khawatir untuk melaksanakan ibadah salat Asar. Pengunjung juga dapat menikmati kuliner khas laut, es kelapa muda, melihat penangkaran penyu dan bermain surfing hingga bermain mobil ATV yang menjadi primadona atau uji nyali dengan ikut naik paralayang. Wow, seru bukan?

16. Pulang,

Usai sudah pejalanan berlibur selama 48 jam di Kota Padang. Saatnya pulang ke rumah. Periksa kembali tiket pesawat dan oleh-olehnya jangan sampai tertinggal. Beragam destinasi dapat dijelajahi, pastinya tidak akan puas karena sebentar dan tentunya tidak dapat semuanya bisa dijelajahi. Namun, dilain kesempatan dapat mengulang. Setidaknya itulah sedikti iteneri yang menggambarkan keberadaan objek wisata di Kota Padang. Semoga menyenangkan.

***

Kota Padang, bukan sekedar untaian kata, tapi juga melibatkan perasaan. Pesona Kota Padang memang tak lekang waktu. Dari segala kesegala kesederhanaannya, Kota Padang dan seisinya selalu membuat rindu. 

Pergilah ke Kota Padang, barang kali kamu akan menemukan tautan hatimu atau terpana oleh keindahan alam dan kelezatan kulinernya. Selamat berlibur. Ayo ke Padang!

Catatan: 
Iteneri ini dapat berubah sewaktu-waktu, tergantung dengan kondisi cuaca dan kebutuhan pengunjung terhadap minat destinasi wisata yang ingin dikunjungi. Baiknya menggunakan kendaraan motor agar lebih leluasa untuk menjelajahnya
————————————————————————————————————————————————————
©Hak Cipta Bayu Haryanto. Jika mengkopi-paste tulisan ini di situs, milis, dan situs jaringan sosial harap tampilkan sumber dan link aslinya secara utuh. Terima kasih.

No comments:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...